Sunday, 24 March 2013

:: Aku ini ::

Too many things happened. Aku tidak mampu menyatakan satu persatu. Sakit, kecewa, sakit hati. Smuanya bercampur-campur seperti rojak. Inikah hidup? Banyak perkara yang perlu dikorbankan untuk mencapai satu hal, satu perkara. Meskipun hati sakit, kecewa, dilema, di pertengahan, semuanya perlu dihadapi. I haven't options. Kan alangkah bagusnya kalau aku mampu memilih semuanya.

Minggu yang menyesakkan telah dilalui, the cruelest week already passed. Aku kadangkala terfikir 'nothing to do with'... Huhhhh!!!! I hate, saya benci. Indeed! Perasaan seperti ini. Aku tak mampu meluahkan 100% isi hatiku. Tiada yang mampu memahami, tidak ada yang rasa 'empathy'. Hatiku sedih, menangis dan kecewa. Aku lelaki, aku bukan lemah, aku bukan tak kuat tetapi aku ada kelemahan sendiri. Aku rela mengatakan sebegini compared to remain with my egoisme. 

Aku punya impian yang bertahun lamanya aku tunggu. Tiba-tiba pada saat-saat akhir sebelum menyelesaikan sesuatu yang kita nak lakukan, tiba-tiba hal itu berlaku. I haven't any idea. Aku nak itu tetapi aku juga tak rela melepaskan sesuatu yang hampir siap, yang hampir tamat. Too many things need the considerations. Aku terpaksa biarkan hatiku menangis, kecewa dan dilema. Quite bitter and sour but nothing to do. Hatiku menangis setiap masa. Aku sangat kecewa dan sedih sebenarnya. Perhaps, ada individu yang mempersolalkan dan menganggap ianya remeh dan fool thing but, anda perlu mengetahui bagaimana hidupku, bagaimana sakitnya penantian selama bertahun-tahun lamanya.

Tesis dan assignments beratur di belakang. Menunggu giliran untuk disiapkan. Umpama pesakit di hospital yang menunggu giliran untuk dirawat atau menunggu giliran untuk medapatkan ubat di farmasi. Tesis, sungguh berat. Apatahlagi, supervisorku melatihku menyiapkan tesis dan mendapatkan maklumat tahap 'masters' but banyak positivnya. Mengajarku untuk mengolah, mengubah, membentuk ayatku sendiri dan berfikir panjang. Aku jelous sebenarnya melihat rakan-rakan yang lain yang tidakn mengambil tesis sepertiku but itu pilihanku. Itu komitmenku, meskipun mungkin hasik kerjaku tidak 100% perfect tetapi aku puas hati kerana aku telah melakukan yang terbaik. 

Wahhh!!! Hidup ini sangat mencabar. Namun, orang kata 'life must go on'. Tiada perkara yang senang, tiada perkara yang hanya memetik jari sahaja dan ianya ada di tangan dengan sekelip mata. Semuanya memerlukan kesabaran, ketabahan, kekuatan dan usaha. Yang pasti, aku akan lebih menghargai hidupku, aku akan lebih menghargai sesuatu yang aku ada, dan aku telah perolehi dan bakal aku perolehi. Aku tetap memegang satu hal 'tiada sahabat yang paling baik, setia dan memahami kecuali TUHAN'. Dia mengenal aku, lebih daripada aku mengenal diriku sendiri...

Aku terkapai-kapai di bawa arus deras. Aku  menjerit meminta pertolongan namun suaraku ditelan oleh bunyi derasnya air. Suaraku ditelan dan meresap disebalik air. Aku melihat daun yang terkapai-kapai seolah-olah menyuruh aku berpaut padanya. Namun, kederasan air menyebabkan daun itu putus. Aku dihanyutkan lagi. Tiba-tiba aku melihat kayu yang dihanyutkan oleh air. Aku berpaut pada kayu itu. Tetapi, aku dan kayu itu sama-sama dihanyutkan oleh derasnya air. Aku kehilangan harapan, kerana aku tidak mengetahui sampai bilakah aku terus berpaut pada kayu itu? Mungkin aku akan mati lemas, dibaham buaya dan terhempak dan tertikam oleh batu yang tajam atau ranting-ranting? Tak lama kemudian, aku melihat tali pajang, aku berpaut dan aku terus berpaut. Tidak lama kemudian, aku dengan sekuat saki-baki tenaga, aku berusaha untuk melawan arus untuk ke tepi. Akhirnya aku berjaya ke tepi. Harapanku untuk terus hidup semakin 'bercahaya'. 
Meskipun kadangkala sesuatu yang diusahakan dan dinantikan belum memperlihatkan hasilnya. Itu membuat kita kecewa, marah dan bertanya kenapalah macam ni? Kadangkala, banyak persoalan dan permasalahan datang dalam hidup. Kadangkala, rasa putus asa, penat dan kelelahan melanda. Namun, semuanya punya jawapan yang pasti. Bukan hari ini, esok, lusa, kelmarin, minggu depan, bulan depan, tahun depan tetapi pasti ada. Kita tak mampu mengetahuinya tetapi pasti ada.... God bless!!!

Tuesday, 12 March 2013

Barang Milikku Yang Paling Berharga Adalah Kamu

Aku sangat menyukai ucapan mama : “ Barang milikku yg paling berharga adalah kamu ! ” Ucapan yang sangat menyejukkan hati. Dan sampai sekarang aku masih mengingatnya …

Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yg dialami para muda – mudi di jaman itu, hal ini sudah umum, tapi di jaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dengan papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai ! Badai itu nyaris memisahkan mereka, hanya karena emosi sesaat saja !

Papa dan mama bekerja diinstansi yg sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan baru pulang kerumah.

Papa sangat letih dan lapar, sampai dirumah tidak ada makanan maupun minuman yg siap disaji. Papa yg lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil, ditambah lagi dengan adanya lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehingga dengan kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dg nada keras, ” Mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri ? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya ? ”

Karena papa juga terlalu capek, dan langsung menjawab dengan acuh tak acuh, “ Kamu ini isteriku, memasak adalah sudah menjadi kewajibanmu ! ”
Mama langsung merespon, “ Tengah malam begini mau masak apa ? Sudah lewat waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan ! ”

Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dengan emosi, “ Kamu salah makan obat apa kemarin ? Mau sengaja cari ribut, ya ? Istri memasak untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu ? Kamu tidak senang, ya ? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini !!! ”

Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras. Setelah terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air mata, “ Kamu ingin aku pergi …, aku akan pergi sekarang ! ”. Mama segera kembali kekamar untuk mengemasi barang – barangnya.

Melihat mama masuk kamar dan berkemas – kemas, papa berkata kepada mama yang membelakanginya, “Bagus ! Pergi sana ! Ambil semua barang – barangmu dan jangan kembali lagi ! ”
Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata – kata kebencian lagi yg muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak kunjung keluar dari kamar. Merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan air mata. Sambil menatap koper kulit besar yang masih tergeletak diatas ranjang. Melihat papa datang, dengan terisak – isak mama berkata, “ Duduklah diatas koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa – masa perpisahan kita yg terakhir ”.

Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak bertanya, ” untuk apa ? ”

Sambil menangis dengan terputus – putus mama berkata, “ Emas dan perak aku tidak memilikinya, tapi milikku yang paling berharga adalah kamu !” Kamu dan anak – anakku, aku tidak memiliki apapun … ”.

Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata – kata terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah diubah dan telah menjadi sangat hormat dan sayang kepada mama. Menggandeng tangan anak – anak, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan. Kelak aku juga bercita – cita ingin mendapatkan pasangan yang seperti papa.

-fm/072-12032013
Source: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=560652797298510&id=492591964104594 

:: Jangan Cepat Menghakimi ::

Setiap orang di sekeliling kita menyimpan cerita kehidupan yang mungkin tidak terbayang di benak kita. Ada air mata di balik senyuman. Ada kasih sayang di balik setiap amarah. Ada pengorbanan di balik setiap ketidak pedulian. Ada harapan di balik setiap kesakitan. Ada kekecewaan di balik setiap derai tawa. Semoga kita semua bisa menjadi manusia dengan rasa toleransi yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dalam hidup ini. Ingatlah, kita bukannya satu-satu manusia dengan segudang masalah. Tersenyumlah, karena senyum mampu membasuh setiap luka. Maafkanlah, karena maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit. 

Have a blessed day...

Friday, 22 February 2013

:: Cangkir Yang Cantik ::

Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.

Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !" Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Sahabatku, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah. Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda. Ikuti proses yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam hidup kita dengan penuh ucapan syukur, dan tetap miliki pengharapan yang besar di dalam Tuhan Yesus. Percaya semua untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita.

"Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." (Yakobus 1 : 2 - 4)

Saya tidak tahu apa yang kamu hadapi saat ini. Mungkin ada diantara kamu yang sedang menghadapi hidup yang sulit dan berat. Tetaplah kuat dan bertahan di dalam proses hidup yang Tuhan beri dalam hidupmu. Minta kekuatan kepada Tuhan supaya kamu sanggup melewati semua proses itu. Percaya ada hal yang indah yang akan kamu alami saat kamu bisa melewati semua proses. Tetaplah memiliki semangat yang tinggi untuk jalani hidupmu bersama Tuhan Yesus.

God bless...

Monday, 18 February 2013

:: Ketika Aku Gagal ::

Ada seorang pencari kerja yang sudah mengirimkan banyak lamaran namun belum kunjung mendapatkan pekerjaan. Dia sudah menunggu selama berhari-hari bahkan berbulan- bulan, namun hasilnya tetap nihil. Suatu hari ia hampir menyerah, akan tetapi ada suatu kejadian yang membuatnya bangkit.

Saat dia hendak pulang saat gagal dalam sebuah wawancara kerja, ia bertemu dengan seorang anak kecil yang hanya memiliki satu kaki. Anak kecil itu hendak menaiki puluhan tangga yang ada di depannya. Dia melihat dan berusaha untuk menawarkan bantuan pada anak tersebut.

“Nak, biarkan aku membantumu untuk menaiki tangga ini,” kata si pelamar kerja. “Tidak perlu kak, kakak harus lihat bahwa aku bisa menaiki puluhan anak tangga ini dengan satu kaki. Jangan pernah berpikir bahwa dalam kekuranganku, aku menjadi lemah. Justru dengan satu kaki aku telah menjadi kuat. Sudah hampir tiga tahun aku menaiki anak tangga ini tanpa bantuan orang lain. Kakak punya dua kaki, kakak masih mempunyai dua kali kesempatan dibanding aku.”

Si pelamar kerja itu pun tersentak dengan perkataan anak kecil itu. Dia menjadi sadar bahwa masih banyak kesempatan di depannya. Walau dia gagal dalam wawancara kerja hari ini, maka esok masih akan tetap ada dengan harapan-harapan yang baru.

Hidup akan menjadi hancur bukan karena seseorang gagal dalam apa yang dia kerjakan/usahakan, namun hidup seseorang akan hancur bila ia sudah tidak memiliki semangat hidup lagi. Saat kita bersemangat dalam menjalani sebuah kehidupan, maka kita akan dapat melihat kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan bagi hidup kita.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

TUHAN MEMBERKATI USAHA DAN JERIH LELAH KITA. GBU'S

:: MEMUPUK SIKAP RENDAH HATI DALAM HIDUP ::

Tentu Anda yakin bahwa Tuhan sangat menyukai orang yang sungguh rendah hati. Mengapa? Karena orang yang rendah hati mampu melihat kebutuhan sesamanya.

Booker T. Washington, seorang pendidik berkulit hitam yang terkenal. Ketika ia menjadi pimpinan pada Institut Tuskegee di Alabama, Amerika Serikat, ia senang berjalan-jalan di pinggir kota. Suatu hari ia dihentikan oleh seorang wanita kaya berkulit putih. Karena tak mengenal Washington, maka ia menawarkan apakah laki-laki kulit hitam itu mau ia beri upah dengan memotongkan kayu untuknya.

Setelah mengingat bahwa tak ada urusan mendesak pada saat itu, maka Profesor Washington menyatakan kesediaannya. Ia tersenyum. Ia menggulung lengan bajunya dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta wanita itu. Kemudian ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian.

Seorang gadis kecil yang mengenalnya, kemudian mengatakan kepada wanita itu siapa Pak Washington sebenarnya. Keesokkan harinya, wanita tadi dengan perasaan malu datang ke kantor Washington untuk meminta maaf. Ia merasa sudah melecehkan seseorang yang sangat dihormati itu.

Washington tersenyum menyaksikan perilaku wanita kaya itu. Lantas ia berkata, ”Tidak apa-apa, Nyonya. Saya sangat senang dapat menolong Anda.”

Wanita kaya itu dengan hangat menjabat tangan Washington. Ia memuji apa yang telah ditunjukkan oleh Washington bagi dirinya. Ia berkata, ”Sikapmu yang terpuji itu tertanam dalam hatimu.”

Tidak lama kemudian, wanita kaya itu menyatakan penghormatannya dengan menyumbang beribu-ribu dolar untuk Institut Tuskegee.

Sahabat, banyak orang mengalami kesulitan untuk menjadi orang yang rendah hati. Lebih mudah orang mengagung-agungkan dirinya. Lebih mudah orang membusungkan dadanya daripada harus dengan rendah hati mau melayani sesamanya. Orang merasa bahwa dirinya mempunyai gengsi yang begitu tinggi.

Kisah di atas menunjukkan kepada kita bahwa kerendahan hati itu mendatangkan buah-buah kebaikan bagi kehidupan. Kerendahan hati itu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan. Kerendahan hati tidak membuat seseorang terpuruk dalam hidupnya. Justru orang mempraktekan ajaran agamanya dengan mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan.

Karena itu, yang dibutuhkan dari orang-orang yang hidup di zaman sekarang ini adalah memiliki semangat untuk mengerjakan sesuatu tanpa pamrih. Banyak orang melakukan suatu pekerjaan karena terpaksa. Orang tidak sampai pada usaha untuk mencintai apa yang dikerjakannya. Nah, sering orang terjebak dalam situasi seperti ini. Akibatnya, mereka gagal dalam banyak hal.

Mari kita berusaha untuk senantiasa rendah hati. Dengan demikian, kita mampu melakukan hal-hal yang spektakuler dengan penuh kasih. Kita lakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupan bersama dengan tanpa pamrih.

”…barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan,” kata Yesus (Matius 23:12).

Tuhan memberkati.

Sumber: https://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan (Facebook Bejana Kemuliaan)

Saturday, 16 February 2013

:: Kehidupan Ini ::

Orang kata hidup umpama roda yang kadangkala berada berada di atas dan kadang kala berada di atas. Pergerakannya tidak akan terhenti sehingga orang yang mengemudinya berhenti. Aku percaya bahawa kehidupan ini umpama suatu perjalanan yang panjang tanpa destinasi. Ianya penuh misteri, tiada sesiapun dapat meneka dan meramal apa yang akan berlaku pada hari esok, lusa dan sebagainya. 

Perjalanan kehidupan seseorang manusia tidak selalu lurus. Banyak bengkang-bengkok yang menjadi cabaran di hadapan. Kehidupan umpama kereta dan jalan raya yang kurang sempurna, bengkang bengkok serta bonggol menjadi cabaran yang melambatkan perjalanan untuk sampai ke destinasi tersebut. Namun, semuanya bergantung kepada pemandu dan peribadi itu sendiri yang mencorakkan atau bagaimana individu tersebut supaya dapat menghadapi, mengatasi dan melepasi setiap cabaran, masalah, rintangan serta persoalan yang dihadapi. Yess, indeed!!

Kadangkala, aku terasa aku merupakan manusia yang paling kesian, the pitiful guy in the world. Tetapi, apabila akau memikirnya semula, aku merupakan individu yang bertuah kerana dapat merasai dan mengalami keadaan, situasi dan persoalan seperti ini. Kenapa? Bukan semua orang ada peluang untuk merasai keadaan seperti ini.

Meskipun, kadangkala aku merasakan aku hampir putus asa dan seboleh-bolehnya aku tidak mahu semuanya terjadi lagi dalam hidupku tetapi bagaimana haru aku menghalangnya daripada berlaku. Aku perlu menerima, memahami dan belajar untuk menghadapinya dan paling penting bagaimana aku meresponi semuanya. Ianya kadangkala sukar dan seolah-olah tidak punyai kemampuan dan keyakinan tetapi pada saat semuanya berlalu, aku terfikir dan bertanya pada diriku sendiri bagaimana aku menghadapinya.

Syukur, semuanya bukan daripada kekuatanku secara peribadi tetapi kerana belas kasih, kasih sayang serta penyertaan dan berkat-Nya dalam kehidupanku. Pekerjaan-Nya takkan pernah terselami oleh fikiran manusia. Amen.